Minggu, 10 Oktober 2010

Batu Hajar Aswad


Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.

Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, di berkata : “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”

Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada asalan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.
Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.
Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.
Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.
Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.
Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda, “Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam. ( Jami al-Tirmidzi al-Hajj (877) )

Minggu, 03 Oktober 2010

Calon Penantang F-22 Raptor

Mitshubishi ATD-X [Jepang]
Jepang, yang ingin menggantikan armada tempur udara-nya yang sudah tua, kemudian membuat tawaran ke Washington mengenai kemungkinan membeli pesawat tempur F-22 Stealth Fighter. Namun kongres AS melarang pemerintah untuk menjual pesawat F-22 ini dalam upaya untuk menjaga kerahasiaan teknologinya terhadap bangsa luar.



Jepang akhirnya memutuskan untuk mengembangkan sendiri Pesawat tempur generasi-5 [fifth generation fighter aircraft]. Proyeknya dimulai sekitar 2005 dengan kode ATD-X, yang merupakan singkatan dari 'Advanced Technology Demonstrator - X'. Prototipe-nya dikembangkan oleh TRDI [Japanese Ministry of Defense Technical Research and Development Institute] dengan kontraktor utama, Mitsubishi Heavy Industries. Pada 2006 model experimental dengan skala 1/5 dari bentuk aslinya berhasil mengudara. Laporan dari jepang, menyebutkan bahwa Lockhead Martin, pengembang persenjataan AS kemungkinan juga terlibat dalam proyek multi-billion Yen dan diharapkan prototipe pertamanya bisa mengudara pada tahun 2014.

Features-nya antara lain :

3D thrust vectoring capability
Fly-by-Optics with immunitu to electromagnetic disturbance
Active Electronically Scanned Array [AESA] called 'Multifunction RF Sensor' for Radar
Electronics Countermeasures [ECM], Electronic Support Measures [ESM]
Microwave Weapon Functions
Self Repairing Flight Control Capability
Advanced Camouflage




Shenyang J-XX [Cina]
Pesawat tempur generasi ke-5 dari cina ini termasuk misterius, nama kodenya saja belum diketahui secara pasti, apakah J-XX, J-X atau XXJ. Nama ini sendiri diberikan oleh badan-badan Intelejen Eropa dan AS untuk mendeskripsikan program 'fifth generation fighter aircraft' yang dikembangkan oleh Cina.


Pada tahun 2009 dalam suatu wawancara di Televisi, wakil komandan 'People's Liberation Army Air Force' [angkatan udara Cina], He Weirong, tidak membantah bahwa Cina memang sedang mengembangkan program-program untuk pesawat tempur masa depannya bersama Chengdu Aircraft Corporation dan Shenyang Aircraft Corporation yang akan diproduksi sekitar 2017 - 2019.





Badan Pertahanan Amerika sendiri yakin bahwa pesawat yang dimaksud adalah J-XX. Mereka percaya bahwa Cina memiliki sumber daya, data dan teknologi yang dibutuhkan untuk membangunnya, namun ragu apakah cina memiliki pengetahuan yang cukup diarea tersebut [system engineering, integration dan production proses] untuk membangun pesawat yang dapat menandingi desain dan produksi pesawat2 tempur generasi ke-5 AS.
Konsep desain J-XX sebagai pesawat tempur generasi ke-5 meliputi: stealth, supercruise, super-manuverability, short take-off, abbreviated "4S"



Sukhoi PAK FA [Rusia]
PAK-FA adalah singkatan dari 'Perspektivny aviatsionny kompleks frontovoy aviatsii' atau dalam bahasa inggrisnya : Future Frontline Aircraft System. Adalah pesawat tempur generasi ke-5 yang dikembangkan oleh Sukhoi OKB untuk Angkatan Udara Rusia. Prototipenya yang sekarang adalah T-50.




PAK-FA ini bertujuan untuk menggantikan armada MiG-20 Fulcrum dan Su-27 Flanker. Desain pesawat tempur ini sendiri secara langsung untuk menandingi F-22 Raptor dan F-35 Lightning II, dari AS. Penerbangan pertamanya dilakukan pada 29 Januari 2010, penerbangan kedua pada 6 Februari, dan yang ketiga pada tanggal 12 Februari. Sampai akhir Juni 2010, ia telah melakukan total penerbangan 16 kali.



Informasi fiturnya menurut Russian Air Force and Defense Ministry meliputi : stealthy, supercruise, dilengkapi dengan misil air-to-air, air-to-surface, air-to-ship. AESA radar dengan 1500 elemen array, dan mengintegrasikan 'artificial intellegence'. Data yang ditangkap oleh radar pesawat ini, bisa langsung dishare dengan pesawat tempur lainnya. Menggunakan 3D thrust vectoring engines, body titanium alloy. Desain pesawat ini dirancang lebih 'maneuverable' dari F-22 Raptor dengan biaya produksi yang jauh lebih murah.